بسم الله الرحمن الرحيم
Hai!
Selamat datang kembali di blog saya ini, pada kesempatan kali ini saya akan
memberitahu sebuah permainan yang cukup popular pada tahun 2000an yaitu….
• Rubiks Cube •
Pertanyaan Yang Biasa Keluar Ditanyakan
Oleh Teman2 :
• Apa Sih Rubiks
Cube itu ?
• Apa Keuntungan Kita Bermain Rubiks
Cube ?
• Bagaimana
Cara Bermain Rubiks Cube ?
• Apa Tips Dan Trik Dalam Bermain Rubiks Cube ?
• Apa Sih Rubiks Cube itu ?
Rubiks Cube atau yang biasa kita dengar Rubiks adalah
permainan teka teki yang ditemukan pada tahun 1974 oleh pemahat dan professor arsitektur
asal negara Hungaria yaitu Erno Rubik.
Bentuk
Rubiks sendiri bermacam-macam mulai dari Rubiks ukuran 2x2x2, 3x3x3, 4x4x4 dst.
Metode penyelesaiannya pun berbeda-beda mulai dari mudah sampai sulit.
• Apa Keuntungan Kita Bermain Rubiks
Cube ?
Bermain
Rubiks secara tidak langsung melatih otak kita untuk berfikir, banyak dari
teman-teman saya yang meremehkan Cuber (Pemain Rubiks) hanya
mengandalkan Luck atau yang kita biasa sebut dengan hoki. Meskipun
demikian keuntungan bermain Rubiks ini yaitu :
♦ Melatih Pola
Pikir
Bermain Rubiks membutuhkan konsentrasi dan harus
fokus pada satu tujuan yaitu menyelesaikan hingga tahap akhir. Tahapan menuju
akhir atau keadaan Solved membutuhkan keahlian khusus loh J
♦ Melatih Kita Berfikir Cepat
Bermain Rubiks juga membuat kita berfikir cepat, karena untuk beberapa
kasus kita membutuhkan Algoritma untuk penyelesaian Rubiks itu sendiri
♦ Melatih Daya Ingat
Seperti yang kita ketahui, tahapan-tahapan untuk menyelesaikan
permainan ini cukup rumit, mulai dari awal pembentukan cross, F2L, OLL, PLL.
Dalam hal ini kita dituntut harus bisa mengingat rumus-rumus dasar dalam
menyelesaikan Rubiks kita.
♦ Melatih Mental
Melatih Mental? Ya! Seorang Cuber mentalnya akan diuji saat
mengikuti perlombaan, mengapa? Menyelesaikan Rubiks ini butuh ketenangan dan
pikiran yang rileks, kondisi yang gugup dan grogi sangat mudah membuat kita
kehilangan fokus saat sedang Solving
• Bagaimana Cara Bermain Rubiks Cube
?
Berbagai
metode telah diciptakan, tentu saja metode-metode tersebut membutuhkan waktu
yang lama untuk dapat kita mengerti, untuk saya sendiri membutuhkan waktu
sekitar 1 bulan untuk dapat menyelesaikan Rubiks. Bagaimana dengan anda?
Metode Metode Yang Digunakan :
1. Fridrich
Metode
Metode ini dirancang oleh Jessica Fridrich,
seorang Professor di bidang Elektro dan Komputer di Universitas Birmingham.
Beliau adalah penemu metode CFOP atau yg dikenal dengan Fridrich metode.
Mungkin untuk para cuber metode ini sudah sangat sering terdengar & banyak
para cuber yang menggunakan metode ini. Metode yang dikeluarkan tahun 1997 ini,
walau sebagian besar orang tidak lagi menggunakan algoritma asli temua Jessica
Fridrich, tetapi namanya tetap digunakan untuk merujuk pada metode CFOP.
2. Petrus Method
Metode ini dirancang oleh Lars Petrus, speedcuber seangkatan Jessica Fridrich.
Bila metode Fridrich tergolong metode sistematis, maka metode petrus jauh lebih
intuitif.
Metode ini mengharuskan anda menggunakan logika dan kekuatan pikiran untuk
membuat apa yang disebut “block buliding”. Yang pertama diselesaikan pada
metode ini adalah blok 2×2×2, lalu diperluas menjadi 2×2×3. Selanjutnya seluruh
edge diorientasikan, kemudian kedua sisi rubik yang tersisa diselesaikan dengan
algoritma Sune, Allan, dan Niklas.
Lars Petrus mengembangkan metode ini karena merasa kurang efektif pada metode
layer by layer. Dengan metode ini, Anda dapat menyelesaikan rubik dengan lebih
sedikit gerakan namun lebih banyak berfikir. Metode ini lebih banyak digunakan
dalam cabang fewest moves (menyelesaikan rubik dengan gerakan paling sedikit).
Untuk lebih lengkapnya, kunjungi situs www.lar5.com
3. Waterman Method
Metode yang lebih dikenal dengan sebutan corner-firstmethod ini umum digunakan
pada sekitar tahun 1980. Orang yang berjasa mengembangkan metode ini adalah
Marc Waterman. Ia telah dapat mencapai average solving time 16 detik pada paruh
akhir tahun 1980-an. Salah satu cuber yang menggunakan metode ini adalah Minh
Thai, juara rubik dunia yang pertama. Langkah pertama dalam metode ini adalah
dengan menyusun salah satu sisi terlebih dahulu (biasanya sisi kiri), baru
kemudian menyelesaikan corner pieces, lalu edge pieces dengan beberapa tahap
slice turns atau gerakan lapis tengah. Paling tidak ada tujuh algoritma yang
harus anda ingat. Jika tertarik, Anda dapat mencari penjelasan tentang ini di
www.rubikscube.info/waterman.
4. Roux Method
Metode ini dikembangkan oleh Gilles Roux. Langkah metode ini diawali dengan
membangun 3×2×1 yang terletak dibagian bawah pada lapis kiri rubik. Tahap kedua
adalah dengan menyusun blok 3×2×1 lainya pada lapis yang berlawanan. Setelah
keempat corner diselesaikan, yang tersisa adalah enam edge dan empat center
yang diselesaikan pada tahap terakhir.
Pengguna metode ini dapat memanfaatkan waktu inspeksi yaitu hak 15
detik yang diberikan kepada seorang kompetitor dalam sebuah kompetisi resmi
untuk memeriksa rubiknya sebelum melakukan solving. Hal ini dikarenakan cuber
dapat merencanakan penyelesaian untuk lima pieces, bukan hanya empat seperti
pada metode Fridrich dan Petrus. Metode ini juga tidak terlalu bergantung pada
hafalan algoritma karena seluruh tahap, kecuali tahap tiga, dilakukan dengan
mengandalkan intuisi.
Metode ini tidak memerlukan banyak rotasi seperti pada metode
Fridrich, dengan demikian gerakan Anda saat menyelsaikan rubik lebih efisien.
untuk lebih jelasnya, kunjungi situs www.grrroux.free.fr/method/intro
5. Heise Method
Metode yang meiliki tingkat kerumitan sangat tinggi ini dikembangkan oleh Ryan
Heise. Yang pertama kali harus Anda lakukan adalah menyusun empat blok 1×2×2
yang saling menempel. Hal yang menarik, blok-blok ini tidak perlu memiliki warna
yang sama sehingga kita leluasa untuk mengambil keuntungan terhadap blok-blok
yang sudah tersusun di awal. Tahap selanjutnya, edge pieces akan diorientasikan
dan secara bersamaan blok yang telah ada akan tersusun sesuai pasangannya, lalu
edge yang masih tersisa diselesaikan. Bila telah selesai, barulah corner
diselesaikan dalam dua tahap. Anda dapat mempelajarinya di
www.ryanheise/cube/heise_method.
6. Zborowski-Bruchem Method
Metode ini dikembangkan oleh Zbingniew Zborowski dari Polandia dan Ron van
Bruchem dari Belanda. Metode yang sering disingkat ZB ini dapat menyelesaikan
lapis terakhir dengan tahap yang lebih sedikit dari OLL+PLL dalam metode
Fridrich.
Metode ini identik dengan metode CFOP, namun pasanagan F2L terakir
diselesaikan dengan cara melakukan orientasi pada edge lapis terakhir secara
bersamaan. Teknik ini dikenal ZBF2L. Langkah terakhirnya yang terdiri dari
corner orientation, corner permutation, dan edge permutation dikerjakan dengan
satu eksekusi algoritma yang disebut ZBLL.
Keuntungan besar dari metode ini terletak pada eksekusi last layer
yang sangat cepat, sebagai sebuah dari pengenalan terhadap 1211 kasus yang
dapat menjadikan seseorang dapat melakukan 1 look Last Layer. Metode ini
diyakini mampu membuat orang yang menguasainya dapat menyelesaikan rubik dengan
waktu rata-rata 11 detik, bahkan kurang
Saya
sendiri menggunakan metode Fridrich karena menurut saya metode tersebut simpel,
nanti akan saya jelaskan lebih lanjut J
• Apa Tips Dan Trik Dalam Bermain Rubiks
Cube ?
♦ Niat
Kita semua tahu
jika mengerjakan sesuatu harus kita niatkan dalam hati kita, niat juga salah
satu alasan mengapa banyak Cuber di dunia dapat sukses meraih gelar
juara.
♦ Fokus
Selalu fokus akan
tujuan, jika niat kita digoyahkan coba untuk tetap fokus agar Dapat menyelesaikan
Rubiks
♦ Sabar
Ini yang biasanya
menjadi alasan seseorang berhenti mempelajari Rubiks, selain susah untuk
dipelajari, kebanyakan orang tidak langsung bisa hanya dengan sekali belajar,
saya contohnya. Membutuhkan kesabaran yang ekstra agar dapat menyelesaikan 1
Rubiks J
♦ Mempunyai Target
Anda harus punya
target, misalnya dalam mempelajari dan menghafal Algoritma dalam 3 hari
harus menghafal 1 Algoritma dsb.
Cara Menyelesaikan Rubiks Cube
Menggunakan Metode Fridrich
Fridrich CFOP (Cross, F2L-First 2
Layers, OLL-Orientate Last Layer, PLL-Permutate Last Layer)
Adalah
metode yg dikembangkan Jessica Fridrich untuk speedcubing, merupakan metode yg
paling umum dipakai para speedcuber.
Perlu
diperhatikan bahwa metode ini tidak terlalu "friendly" untuk yg baru
pertama kali hendak belajar solving Rubik's cube.
Tapi di
sisi lain saya merasa pengetahuan akan metode ini juga cukup baik bagi yg baru
pertama belajar, terutama di dua langkah awalnya, Cross dan F2L.
Saya juga
sempat berfikir bahwa 2 tahap awal ini sudah seharusnya dipakai dan diajarkan
sebagai bagian dalam beginner's method bagi yang baru pertama kali belajar
solve Rubik's cube. Bagaimana menurut rekan2 yg lain? :)
Pada
thread ini saya akan coba menerangkan konsep CFOP. Tutorial lengkap menyusul
ya.. :)
1. Cross
Dalam
membuat cross saya biasa menggunakan warna putih dan saya anjurkan untuk
membuat cross di layer bawah. Mengapa? Karena hal ini akan mempercepat transisi
ke tahap F2L(lebih lanjut tentang F2L pada bagian berikutnya).
Dalam
speed solving di kompetisi, akan ada waktu inspeksi 15 detik (kurang) untuk
melihat kondisi cube setelah di scramble, sebelum kita mulai solve.
Biasakan
latihan dengan cara yang sama, ambil waktu untuk inspeksi, mungkin pada saat pertama
kali belajar tidak usah dibatasi waktu, tapi selanjutnya secara perlahan coba
dibatasi waktu inspeksinya sampai kurang dari 15 detik.
Gunakan
waktu inspeksi untuk planning langkah2 yg diperlukan untuk membuat cross.
Biasanya pada saat inspeksi, minimal saya bisa melihat bagaimana bisa
memposisikan minimal 3 edge untuk membentuk cross. Tapi akan lebih baik bila
kita bisa merencanakan kesuluruhan gerakan untuk membentuk cross waktu
inspeksi, bahkan ada beberapa cuber yg mampu melihat pair F2L pertama dan
membuat extended cross (cross+pair F2L).
Satu hal
lagi yang penting, usahakan bahkan pastikan untuk selalu bisa membentuk cross
dalam 8 langkah atau kurang!
2. F2L
(First 2 Layers)
Dalam
tahap ini kita melakukan pairing (memasangkan) antara 1 corner piece bottom
layer dan satu edge piece layer kedua (tengah) untuk secara simultan di masukan
(slotting) ke posisinya.
Tahap ini
menurut saya adalah tahap yang paling penting dalam speed solving karena
sebagian besar waktu akan dihabiskan di tahap ini. Dengan adanya 4 slot yang
harus diisi berarti apabila rata2 kita membutuhkan 4-5 detik untuk pairing dan
slotting di satu posisi, maka total waktu F2L adalah 16-20 detik. Bayangkan
apabila kita bisa memotong waktu tersebut hanya menjadi 2-3 detik per
pasangan(pair), maka waktu F2L kita hanya 8-12 detik (potensial menembus sub 20
atau solve seluruh cube dibawah 20 detik).
Berlatihlah
untuk melakukan tahap ini dengan perlahan tapi tanpa terputus. Maksimalkan
"look ahead", adalah bagaimana kita bisa melihat kedepan menemukan
pair dan posisi potensial lainnya disaat kita sedang slotting pairing
sebelumnya.
3. OLL
(Orientate Last Layer)
Pada
tahap ini dengan satu Algoritma (serangkaian langkah/gerakan memutar layer
untuk mendapatkan suatu posisi tertentu) kita merubah stiker di layer paling
atas (layer terakhir/layer ketiga) menjadi satu warna ( dalam hal ini warna
kuning, apabila kita menggunakan standard color scheme dan memakai cross
putih). Ada 57 kasus OLL ini termasuk mirror, dengan 57 algoritma yg harus
dihafalkan.
4. PLL
(Permutate Last Layer)
Pada
tahap ini dengan satu algoritma kita melakukan tahap terakhir untuk solve
Rubik's cube kita, dengan memposisikan piece cube di layer terakhir ke
posisinya yg benar. Ada 21 kasus untuk PLL termasuk mirrornya.
Untuk
mempermudah proses belajar di tahap OLL dan PLL kita dapat memakai 2 look OLL
dan 2 look PLL, atau dengan kata lain merubah dari yang seharusnya memakai satu
algoritma - satu pengenalan/look menjadi memakai dua algoritma - dua
pengenalan/look.
Cara ini
secara signifikan mengurangi jumlah algoritma yang harus dihafalkan dari total
57+21= 78 Algoritma menjadi hanya sekitar 15 Algoritma, lumayan kan :)
Pertama-tama saya pengen menjelaskan apa itu notasi:
F =
Memutar sisi depan sebanyak 90° searah jarum jam
R =
Memutar sisi kanan sebanyak 90° searah jarum jam
L =
Memutar sisi kiri sebanyak 90° searah jarum jam
U =
Memutar sisi atas sebanyak 90° searah jarum jam
D =
Memutar sisi bawah sebanyak 90° searah jarum jam
B =
Memutar sisi belakang sebanyak 90° searah jarum jam
Tanda ` (
aksen ) menunujukkan kalau arah pemutarannya adalah 90° berlawanan dengan arah
jarum jam
Oke untuk lebih lengkapnya akan saya update jumat nanti :) Happy Reading :D