Tuesday, September 24, 2013

Apa Itu Rubiks Cube?

بسم الله الرحمن الرحيم 

Hai! Selamat datang kembali di blog saya ini, pada kesempatan kali ini saya akan memberitahu sebuah permainan yang cukup popular pada tahun 2000an yaitu….

• Rubiks Cube •




Pertanyaan Yang Biasa Keluar Ditanyakan Oleh Teman2 :
• Apa Sih Rubiks Cube itu ?
Apa Keuntungan Kita Bermain Rubiks Cube ?
• Bagaimana Cara Bermain Rubiks Cube ?
• Apa Tips Dan Trik Dalam Bermain Rubiks Cube ?


• Apa Sih Rubiks Cube itu ?
Rubiks Cube atau yang biasa kita dengar Rubiks adalah permainan teka teki yang ditemukan pada tahun 1974 oleh pemahat dan professor arsitektur asal negara Hungaria yaitu Erno Rubik.
Bentuk Rubiks sendiri bermacam-macam mulai dari Rubiks ukuran 2x2x2, 3x3x3, 4x4x4 dst. Metode penyelesaiannya pun berbeda-beda mulai dari mudah sampai sulit.

Apa Keuntungan Kita Bermain Rubiks Cube ?
Bermain Rubiks secara tidak langsung melatih otak kita untuk berfikir, banyak dari teman-teman saya yang meremehkan Cuber (Pemain Rubiks) hanya mengandalkan Luck atau yang kita biasa sebut dengan hoki. Meskipun demikian keuntungan bermain Rubiks ini yaitu :

Melatih Pola Pikir
Bermain Rubiks membutuhkan konsentrasi dan harus fokus pada satu tujuan yaitu menyelesaikan hingga tahap akhir. Tahapan menuju akhir atau keadaan Solved membutuhkan keahlian khusus loh J
         
            ♦ Melatih Kita Berfikir Cepat
Bermain Rubiks juga membuat kita berfikir cepat, karena untuk beberapa kasus kita membutuhkan Algoritma untuk penyelesaian Rubiks itu sendiri

♦ Melatih Daya Ingat
Seperti yang kita ketahui, tahapan-tahapan untuk menyelesaikan permainan ini cukup rumit, mulai dari awal pembentukan cross, F2L, OLL, PLL. Dalam hal ini kita dituntut harus bisa mengingat rumus-rumus dasar dalam menyelesaikan Rubiks kita.

♦ Melatih Mental
Melatih Mental? Ya! Seorang Cuber mentalnya akan diuji saat mengikuti perlombaan, mengapa? Menyelesaikan Rubiks ini butuh ketenangan dan pikiran yang rileks, kondisi yang gugup dan grogi sangat mudah membuat kita kehilangan fokus saat sedang Solving

• Bagaimana Cara Bermain Rubiks Cube ?

Berbagai metode telah diciptakan, tentu saja metode-metode tersebut membutuhkan waktu yang lama untuk dapat kita mengerti, untuk saya sendiri membutuhkan waktu sekitar 1 bulan untuk dapat menyelesaikan Rubiks. Bagaimana dengan anda?

Metode Metode Yang Digunakan :

1. Fridrich Metode
      Metode ini dirancang oleh Jessica Fridrich, seorang Professor di bidang Elektro dan Komputer di Universitas Birmingham. Beliau adalah penemu metode CFOP atau yg dikenal dengan Fridrich metode. Mungkin untuk para cuber metode ini sudah sangat sering terdengar & banyak para cuber yang menggunakan metode ini. Metode yang dikeluarkan tahun 1997 ini, walau sebagian besar orang tidak lagi menggunakan algoritma asli temua Jessica Fridrich, tetapi namanya tetap digunakan untuk merujuk pada metode CFOP.

2. Petrus Method
      Metode ini dirancang oleh Lars Petrus, speedcuber seangkatan Jessica Fridrich. Bila metode Fridrich tergolong metode sistematis, maka metode petrus jauh lebih intuitif.
Metode ini mengharuskan anda menggunakan logika dan kekuatan pikiran untuk membuat apa yang disebut “block buliding”. Yang pertama diselesaikan pada metode ini adalah blok 2×2×2, lalu diperluas menjadi 2×2×3. Selanjutnya seluruh edge diorientasikan, kemudian kedua sisi rubik yang tersisa diselesaikan dengan algoritma Sune, Allan, dan Niklas.
Lars Petrus mengembangkan metode ini karena merasa kurang efektif pada metode layer by layer. Dengan metode ini, Anda dapat menyelesaikan rubik dengan lebih sedikit gerakan namun lebih banyak berfikir. Metode ini lebih banyak digunakan dalam cabang fewest moves (menyelesaikan rubik dengan gerakan paling sedikit). Untuk lebih lengkapnya, kunjungi situs www.lar5.com 

3. Waterman Method 
      Metode yang lebih dikenal dengan sebutan corner-firstmethod ini umum digunakan pada sekitar tahun 1980. Orang yang berjasa mengembangkan metode ini adalah Marc Waterman. Ia telah dapat mencapai average solving time 16 detik pada paruh akhir tahun 1980-an. Salah satu cuber yang menggunakan metode ini adalah Minh Thai, juara rubik dunia yang pertama. Langkah pertama dalam metode ini adalah dengan menyusun salah satu sisi terlebih dahulu (biasanya sisi kiri), baru kemudian menyelesaikan corner pieces, lalu edge pieces dengan beberapa tahap slice turns atau gerakan lapis tengah. Paling tidak ada tujuh algoritma yang harus anda ingat. Jika tertarik, Anda dapat mencari penjelasan tentang ini di www.rubikscube.info/waterman.

4. Roux Method 
      Metode ini dikembangkan oleh Gilles Roux. Langkah metode ini diawali dengan membangun 3×2×1 yang terletak dibagian bawah pada lapis kiri rubik. Tahap kedua adalah dengan menyusun blok 3×2×1 lainya pada lapis yang berlawanan. Setelah keempat corner diselesaikan, yang tersisa adalah enam edge dan empat center yang diselesaikan pada tahap terakhir.
Pengguna metode ini dapat memanfaatkan waktu inspeksi yaitu hak 15 detik yang diberikan kepada seorang kompetitor dalam sebuah kompetisi resmi untuk memeriksa rubiknya sebelum melakukan solving. Hal ini dikarenakan cuber dapat merencanakan penyelesaian untuk lima pieces, bukan hanya empat seperti pada metode Fridrich dan Petrus. Metode ini juga tidak terlalu bergantung pada hafalan algoritma karena seluruh tahap, kecuali tahap tiga, dilakukan dengan mengandalkan intuisi.
Metode ini tidak memerlukan banyak rotasi seperti pada metode Fridrich, dengan demikian gerakan Anda saat menyelsaikan rubik lebih efisien. untuk lebih jelasnya, kunjungi situs www.grrroux.free.fr/method/intro

5. Heise Method 
      Metode yang meiliki tingkat kerumitan sangat tinggi ini dikembangkan oleh Ryan Heise. Yang pertama kali harus Anda lakukan adalah menyusun empat blok 1×2×2 yang saling menempel. Hal yang menarik, blok-blok ini tidak perlu memiliki warna yang sama sehingga kita leluasa untuk mengambil keuntungan terhadap blok-blok yang sudah tersusun di awal. Tahap selanjutnya, edge pieces akan diorientasikan dan secara bersamaan blok yang telah ada akan tersusun sesuai pasangannya, lalu edge yang masih tersisa diselesaikan. Bila telah selesai, barulah corner diselesaikan dalam dua tahap. Anda dapat mempelajarinya di www.ryanheise/cube/heise_method.

6. Zborowski-Bruchem Method 
      Metode ini dikembangkan oleh Zbingniew Zborowski dari Polandia dan Ron van Bruchem dari Belanda. Metode yang sering disingkat ZB ini dapat menyelesaikan lapis terakhir dengan tahap yang lebih sedikit dari OLL+PLL dalam metode Fridrich.
Metode ini identik dengan metode CFOP, namun pasanagan F2L terakir diselesaikan dengan cara melakukan orientasi pada edge lapis terakhir secara bersamaan. Teknik ini dikenal ZBF2L. Langkah terakhirnya yang terdiri dari corner orientation, corner permutation, dan edge permutation dikerjakan dengan satu eksekusi algoritma yang disebut ZBLL.
Keuntungan besar dari metode ini terletak pada eksekusi last layer yang sangat cepat, sebagai sebuah dari pengenalan terhadap 1211 kasus yang dapat menjadikan seseorang dapat melakukan 1 look Last Layer. Metode ini diyakini mampu membuat orang yang menguasainya dapat menyelesaikan rubik dengan waktu rata-rata 11 detik, bahkan kurang


Saya sendiri menggunakan metode Fridrich karena menurut saya metode tersebut simpel, nanti akan saya jelaskan lebih lanjut J


• Apa Tips Dan Trik Dalam Bermain Rubiks Cube ?

♦ Niat
Kita semua tahu jika mengerjakan sesuatu harus kita niatkan dalam hati kita, niat juga salah satu alasan mengapa banyak Cuber di dunia dapat sukses meraih gelar juara.

♦ Fokus
Selalu fokus akan tujuan, jika niat kita digoyahkan coba untuk tetap fokus agar Dapat menyelesaikan Rubiks

♦ Sabar
Ini yang biasanya menjadi alasan seseorang berhenti mempelajari Rubiks, selain susah untuk dipelajari, kebanyakan orang tidak langsung bisa hanya dengan sekali belajar, saya contohnya. Membutuhkan kesabaran yang ekstra agar dapat menyelesaikan 1 Rubiks J

♦ Mempunyai Target
Anda harus punya target, misalnya dalam mempelajari dan menghafal Algoritma dalam 3 hari harus menghafal 1 Algoritma dsb.




Cara Menyelesaikan Rubiks Cube Menggunakan Metode Fridrich


Fridrich CFOP (Cross, F2L-First 2 Layers, OLL-Orientate Last Layer, PLL-Permutate Last Layer)

Adalah metode yg dikembangkan Jessica Fridrich untuk speedcubing, merupakan metode yg paling umum dipakai para speedcuber.

Perlu diperhatikan bahwa metode ini tidak terlalu "friendly" untuk yg baru pertama kali hendak belajar solving Rubik's cube.
Tapi di sisi lain saya merasa pengetahuan akan metode ini juga cukup baik bagi yg baru pertama belajar, terutama di dua langkah awalnya, Cross dan F2L.
Saya juga sempat berfikir bahwa 2 tahap awal ini sudah seharusnya dipakai dan diajarkan sebagai bagian dalam beginner's method bagi yang baru pertama kali belajar solve Rubik's cube. Bagaimana menurut rekan2 yg lain? :)
Pada thread ini saya akan coba menerangkan konsep CFOP. Tutorial lengkap menyusul ya.. :)

1. Cross
Dalam membuat cross saya biasa menggunakan warna putih dan saya anjurkan untuk membuat cross di layer bawah. Mengapa? Karena hal ini akan mempercepat transisi ke tahap F2L(lebih lanjut tentang F2L pada bagian berikutnya).
Dalam speed solving di kompetisi, akan ada waktu inspeksi 15 detik (kurang) untuk melihat kondisi cube setelah di scramble, sebelum kita mulai solve.
Biasakan latihan dengan cara yang sama, ambil waktu untuk inspeksi, mungkin pada saat pertama kali belajar tidak usah dibatasi waktu, tapi selanjutnya secara perlahan coba dibatasi waktu inspeksinya sampai kurang dari 15 detik.
Gunakan waktu inspeksi untuk planning langkah2 yg diperlukan untuk membuat cross. Biasanya pada saat inspeksi, minimal saya bisa melihat bagaimana bisa memposisikan minimal 3 edge untuk membentuk cross. Tapi akan lebih baik bila kita bisa merencanakan kesuluruhan gerakan untuk membentuk cross waktu inspeksi, bahkan ada beberapa cuber yg mampu melihat pair F2L pertama dan membuat extended cross (cross+pair F2L).
Satu hal lagi yang penting, usahakan bahkan pastikan untuk selalu bisa membentuk cross dalam 8 langkah atau kurang!

2. F2L (First 2 Layers)
Dalam tahap ini kita melakukan pairing (memasangkan) antara 1 corner piece bottom layer dan satu edge piece layer kedua (tengah) untuk secara simultan di masukan (slotting) ke posisinya.
Tahap ini menurut saya adalah tahap yang paling penting dalam speed solving karena sebagian besar waktu akan dihabiskan di tahap ini. Dengan adanya 4 slot yang harus diisi berarti apabila rata2 kita membutuhkan 4-5 detik untuk pairing dan slotting di satu posisi, maka total waktu F2L adalah 16-20 detik. Bayangkan apabila kita bisa memotong waktu tersebut hanya menjadi 2-3 detik per pasangan(pair), maka waktu F2L kita hanya 8-12 detik (potensial menembus sub 20 atau solve seluruh cube dibawah 20 detik).
Berlatihlah untuk melakukan tahap ini dengan perlahan tapi tanpa terputus. Maksimalkan "look ahead", adalah bagaimana kita bisa melihat kedepan menemukan pair dan posisi potensial lainnya disaat kita sedang slotting pairing sebelumnya.

3. OLL (Orientate Last Layer)
Pada tahap ini dengan satu Algoritma (serangkaian langkah/gerakan memutar layer untuk mendapatkan suatu posisi tertentu) kita merubah stiker di layer paling atas (layer terakhir/layer ketiga) menjadi satu warna ( dalam hal ini warna kuning, apabila kita menggunakan standard color scheme dan memakai cross putih). Ada 57 kasus OLL ini termasuk mirror, dengan 57 algoritma yg harus dihafalkan.

4. PLL (Permutate Last Layer)
Pada tahap ini dengan satu algoritma kita melakukan tahap terakhir untuk solve Rubik's cube kita, dengan memposisikan piece cube di layer terakhir ke posisinya yg benar. Ada 21 kasus untuk PLL termasuk mirrornya.

Untuk mempermudah proses belajar di tahap OLL dan PLL kita dapat memakai 2 look OLL dan 2 look PLL, atau dengan kata lain merubah dari yang seharusnya memakai satu algoritma - satu pengenalan/look menjadi memakai dua algoritma - dua pengenalan/look.
Cara ini secara signifikan mengurangi jumlah algoritma yang harus dihafalkan dari total 57+21= 78 Algoritma menjadi hanya sekitar 15 Algoritma, lumayan kan :)

Pertama-tama saya pengen menjelaskan apa itu notasi:

F = Memutar sisi depan sebanyak 90° searah jarum jam

R = Memutar sisi kanan sebanyak 90° searah jarum jam

L = Memutar sisi kiri sebanyak 90° searah jarum jam

U = Memutar sisi atas sebanyak 90° searah jarum jam

D = Memutar sisi bawah sebanyak 90° searah jarum jam

B = Memutar sisi belakang sebanyak 90° searah jarum jam

Tanda ` ( aksen ) menunujukkan kalau arah pemutarannya adalah 90° berlawanan dengan arah jarum jam

Oke untuk lebih lengkapnya akan saya update jumat nanti :) Happy Reading :D

No comments:

Post a Comment