Sinopsis
Will Salas
adalah manusia biasa yang hidup di dunia yang menjadikan waktu sebagai waktu
hidup mereka di dunia ini. Dengan kata lain mereka bisa hidup lama berdasarkan
dari waktu yang mereka miliki di lengan kiri mereka. Will bekerja di tempat
pembuatan alat pengisian waktu dan upahnya cukup untuk dia hidup tiap harinya.
Waktu itu juga bisa ditukar dengan barang yang mereka inginkan seperti
menelepon, membeli minuman, dan lain sebagainya maka dari itu waktu terasa
seperti uang juga. Dan orang yang kaya pasti waktu yang dia miliki sangat
banyak.
Maka dari itu di dunia banyak orang meninggal karena waktu
mereka habis, dimalam hari Will melihat orang yang memiliki waktu sangat banyak
dan Will menyelamatkan orang tersebut dari ancaman pencuri waktu. Orang
tersebut kemudia bercerita tentang dirinya yang sudah bosan untuk hidup karena
umur aslinya juga sudah mencapai 100 tahun lebih sedangkan waktu yang dimiliki
olehnya juga lebih dari 100 tahun. Dan diakhirnya dia mengatakan tidak akan
terasa menyenangkan bila orang hidup selama-lamanya atau immortal maka dari itu
orang tersebut memberikan seluruh waktunya pada will sampai ia meninggal.
Will yang
memiliki banyak waktu tersebut kemudian memberikan waktu pada teman nya dan
juga membagikan kepada orang yang dia kenal. Tetapi dilain hal Ibu will mati
ketika mereka akan bertemu, padahal Will sudah mempersiapkan waktu untuk ibunya
tersebut. Will sangat terpukul oleh karena itu dia memutuskan pergi ke
Greenwhich dimana ini adalah tempat orang-orang yang punya banyak waktu atau
kaya. Dan Will terasa beda dikalangan orang kaya tersebut karena dia melakukan
segala aktifitas dengan cepat dan mandiri. Dan Will berpendapat bahwa
orang-orang Greenwhich adalah orang yang selama ini mencuri nyawa-nyawa orang
yang ada dikotanya.
Dapatkan Will
memberikan keseimbangan untuk orang-orang yang miskin agar mereka orang yang
kaya mau membagikan waktu mereka kepada orang yang kekurangan. Film ini
mengajarkan kita bahwa kita harus menghargai waktu. Sesosok Will bisa juga
digambarkan seperti Robinhood karena dia mencuri nyawa untuk membagikannya
kepada orang yang kurang mampu. Selamat menyaksiakn dijamin seru dan menarik
Genre
|
:
|
Science Fiction
|
Release Date
|
:
|
October 28, 2011
|
Director
|
:
|
Andrew Niccol
|
Screenplay
|
:
|
Andrew Niccol
|
Producer
|
:
|
Marc Abraham, Amy Israel, Kristel Laiblin, Eric
Newman
|
Distributor
|
:
|
20th Century Fox
|
Runtime
|
:
|
115 minutes
|
Budget
|
:
|
US$200 million
|
Official Site
|
:
|
Pemeran
·
Justin
Timberlake sebagai Will Salas
·
Amanda Seyfried sebagai Sylvia Weis
·
Olivia Wilde sebagai Rachael Salas
·
Matt Bomer sebagai
Henry Hamilton
·
Cillian Murphy sebagai Timekeeper Leon
·
Elena Satine sebagai
Jasmine
·
Alex Pettyfer sebagai Fortis
·
Johnny Galecki sebagai
Borel
·
Vincent Kartheiser sebagai
Philippe Weis
·
Rachel Roberts sebagai
Carrera
·
Ethan Peck sebagai
Constantin
·
Yaya DaCosta sebagai
Greta
·
Bella Heathcote sebagai
Michele Weis
·
Toby Hemingway sebagai
Timekeeper Kors
·
Jessica Parker Kennedy sebagai
Edouarda
·
Collins Pennie sebagai
Timekeeper Jaeger
·
Christoph Sanders sebagai
Nixon
MANUSIA DAN KEADILAN
Pengertian
Keadilan, Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia.
Kelayakan diartikan sebagai titik tengah antara kedua ujung ekstrem yang
terlalu banyak dan terlalu sedikit. Kedua ujung ekstrem ini menyangkut dua
orang atau benda. Bila kedua orang tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran
yang telah ditetapkan, maka masing-masing orang harus memperoleh benda atau
hasil yang sama, kalau tidak sama, maka masing – masing orang akan menerima
bagian yang tidak sama, sedangkan pelangggaran terjadap proporsi tersebut
disebut tidak adil.
Keadilan oleh
Plato diproyeksikan pada diri manusia sehingga yang dikatakan adil adalah orang
yang mengendalikan diri dan perasaannya dikendalikan oleh akal. Socrates
memproyeksikan keadilan pada pemerintahan. Menurut Socrates, keadilan akan
tercipta bilamana warga Negara sudah merasakan bahwa pemerintah sudah melakukan
tugasnya dengan baik. Mengapa diproyeksikan kepada pemerintah ? sebab
pemerintah adalah pimpinan pokok yang menentukan dinamika masyarakat. Kong Hu
Cu berpendapat bahwa keadilan terjadi apabila anak sebagai anak, bila ayah
sebagai ayah, bila raja sebagai raja, masing-masing telah melaksanakan
kewajibannya. Pendapat ini terbatas pada nilai-nilai tertentu yang sudah
diyakini atau disepakati.
Menurut
pendapat yang lebih umum dikatakan bahwa keadilan itu adalah pengakuan dan
pelakuan yang seimbang antara hak-hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada
keharmonisan menuntut hak dan menjalankan kewajiban. Atau dengan kata lain,
keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi hak nya
dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama.
PENGERTIAN KEADILAN
Keadilan
memberikan kebenaran, ketegasan dan suatu jalan tengah dari berbagai persoalan
juga tidak memihak kepada siapapun. Dan bagi yang berbuat adil merupakan orang
yang bijaksana.
Contoh
Keadilan:
Seorang
koruptor yang memakan uang rakyat. Koruptor di tangkap dan dimasukan kepenjara
selama 2 tahun tanpa ada goresan luka sedikit pun pada wajahnya. Hal tersebut
mencerminkan bahwa hakim dan jaksa di indonesia tidak adil pada rakyat kecil
yang dikarenakan mencuri dompet mendapatkan masa kurungan lebih dari sang
koruptor, padahal koruptor lah yang mencuri uang rakyat lebih banyak dari pada
pencopet itu. Bahkan koruptor bisa mendapatkan fasilitas yang istimewa bahkan
seperti apartemen didalam penjara.
KEADILAN SOSIAL
Seperti
pancasila yang bermaksud keadilan sosial adalah langkah yang menetukan untuk
melaksanakan Indonesia yang adil dan makmur. Setiap manusia berhak untuk
mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya sesuai dengan kebijakannya
masing-masing.
5 Wujud
keadilan sosial yang diperinci dalam perbuatan dan sikap:
Dengan sila
keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia manusia Indonesia menyadari hak
dan kewajiban yang sama untuk untuk menciptakan keadilan sosial dalam kehidupan
masyarakat Indonesia.
Selanjutnya
untuk mewujudkan keadilan sosial itu, diperinci perbuatan dan sikap yang perlu
dipupuk, yakni :
1. Perbuatan
luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
2. Sikap adil
terhadap sesama, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban serta
menghormati hak-hak orang lain.
3. Sikap suka
memberi pertolongan kepada orang yang memerlukan
4. Sikap suka
bekerja keras.
5. Sikap
menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat untuk mencapai kemajuan dan
kesejahteraan bersama.
Asas yang
menuju dan terciptanya keadilan sosial itu akan dituangkan dalam berbagai
langkah dan kegiatan, antara lain melalui delapan jalur pemerataan yaitu :
1. Pemerataan
pemenuhan kebutuhan pokok rakyat banyak khususnya pangan, sandang dan
perumahan.
2.
Pemerataan memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan.
3.
Pemerataan pembagian pendapatan.
4.
Pemerataan kesempatan kerja.
5.
Pemerataan kesempatan berusaha.
6.
Pemerataan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan khususnya bagi generasi
muda dan kaum wanita.
7.
Pemerataan penyebaran pembangunan di seluruh wilayah tanah air.
8.
Pemerataan kesempatan memperoleh keadilan.
BERBAGAI MACAM KEADILAN
a)
Keadilan Legal atau Keadilan Moral
Plato
berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari
masyarakat yang membuat dan menjaga kesatuannya. Dalam suatu masyarakat yang
adil setiap orang menjalankan pekerjaan yang menurut sifat dasarnya paling
cocok baginya (Than man behind the gun). Pendapat Plato itu disebut keadilan
moral, sedangkan Sunoto menyebutnya keadilan legal.
b)
Keadilan Distributif
Aristoles
berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama
diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama secara tidak sama (justice
is done when equals are treated equally) Sebagai contoh: Ali bekerja 10 tahun
dan budi bekerja 5 tahun. Pada waktu diberikan hadiah harus dibedakan antara Ali
dan Budi, yaitu perbedaan sesuai dengan lamanya bekerja. Andaikata Ali menerima
Rp.100.000,-maka Budi harus menerima Rp. 50.000,-. Akan tetapi bila besar
hadiah Ali dan Budi sama, justru hal tersebut tidak adil.
c)
Komutatif
Keadilan ini
bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi
Aristoteles pengertian keadilan itu merupakan asas pertalian dan ketertiban
dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrim menjadikan ketidak
adilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat.
Contoh :
Dr.Sukartono
dipanggil seorang pasien, Yanti namanya, sebagai seorang dokter ia menjalankan
tugasnya dengan baik. Sebaliknya Yanti menanggapi lebih baik lagi. Akibatnya,
hubungan mereka berubah dari dokter dan pasien menjadi dua insan lain jenis
saling mencintai. Bila dr. sukartono belum berkeluarga mungkin keadaan akan
baik saja, ada keadilan komutatif. Akan tetapi karena dr. sukartono sudah
berkeluarga, hubungan itu merusak situasi rumah tangga, bahkan akan menghancurkan
rumah tangga. Karena Dr.Sukartono melalaikan kewajibannya sebagai suami,
sedangkan Yanti merusak rumah tangga Dr.Sukartono.
KEJUJURAN
Kejujuran
atau jujur artinya apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya,
apa yang dikatakannya sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedang kenyataan yang
ada itu adalah kenyataan yang benar-benar ada. Jujur juga berarti seseorang
bersih hatinya dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum.
Untuk itu dituntut satu kata dan perbuatan-perbuatan yang berarti bahwa apa
yang dikatakan harus sama dengan perbuatannya. Karena itu jujur juga menepati
janji atau kesanggupan yang terlampir melalui kata-kata ataupun yang masih
terkandung dalam nuraninya yang berupa kehendak, harapan dan niat.
Hakikat
kejujuran dalam hal ini adalah hak yang telah tertetapkan, dan terhubung kepada
Tuhan. Ia akan sampai kepada-Nya, sehingga balasannya akan didapatkan di dunia
dan akhirat. Tuhan telah menjelaskan tentang orang-orang yang berbuat
kebajikan, dan memuji mereka atas apa yang telah diperbuat, baik berupa
keimanan, sedekah ataupun kesabaran. Bahwa mereka itu adalah orang-orang jujur
dan benar. Dan pada hakekatnya jujur atau kejujuran dilandasi oleh kesadaran
moral yang tinggi, kesadaran pengakuan akan adanya sama hak dan kewajiban,
serta rasa takut terhadap kesalahan atau dosa.
KECURANGAN
Kecurangan
atau curang identik dengan ketidak jujuran atau tidak jujur, dan sama pula
dengan licik, meskipun tidak serupa benar. Sudah tentu kecurangan sebagai lawan
jujur.
Curang atau
kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hati nuraninya. Atau
orang itu memang dari hatinya sudah berniat curang dengan maksud memperoleh
keuntungan tanpa bertenaga dan usaha. Kecurangan menyebabkan manusia menjadi
serakah, tamak, ingin menimbun kekayaan yang berlebihan dengan tujuan agar
dianggap sebagai orang yang paling hebat, paling kaya dan senang bila
masyarakat sekelilingnya hidup menderita.
Sebab-Sebab
Seseorang Melakukan Kecurangan
Bermacam-macam
sebab orang melakukan kecurangan, ditinjau dari hubungan manusia dengan alam
sekitarnya ada empat aspek yaitu:
1.
Aspek ekonomi
2.
Aspek kebudayaan
3.
Aspek peradaban
4.
Aspek tenik
Apabila ke
empat aspek tersebut dilaksanakan secara wajar, maka segalanya akan berjalan
sesuai dengan norma-norma moral atau norma hukum, akan tetapi apabila manusia
dalam hatinya telah digerogoti jiwa tamak, iri, dengki, maka manusia akan
melakukan perbuatan yang melanggar norma tersebut dan jadilah kecurangan.
Tentang baik dan buruk Pujowiyatno dalam bukunya "filsafat sana-sini"
menjelaskan bahwa perbuatan yang sejenis dengan perbuatan curang, misalnya
berbohong, menipu, merampas, memalsu dan lain-lain adalah sifat buruk. Lawan
buruk sudah tentu baik. Baik buruk itu berhubungan dengan kelakuan manusia.
Pada diri manusia seakan –akan ada perlawanan antara baik dan buruk. Baik
merupakan tingkah laku, karena itu diperlukan ukuran untuk menilainya, namun
sukarlah untuk mengajukan ukuran penilaian mengenai halyang penting ini. Dalam
hidup kita mempunyai semacam kesadaran dan tahulah kita bahwa ada baik dan
lawannya pada tingkah laku tertentu juga agak mudah menunjuk mana yang baik,
kalau tidak baik tentu buruk.
PEMULIHAN NAMA BAIK
Nama baik
merupakan tujuan utama orang hidup. Nama baik adalah nama yang tidak tercela.
Setiap orang menajaga dengan hati-hati agar namanya baik. Lebih-lebih jika ia
menjadi teladan bagi orang/tetangga disekitarnya adalah suatu kebanggaan batin
yang tak ternilai harganya. Penjagaan nama baik erat hubungannya dengan tingkah
laku atau perbuatan. Atau boleh dikatakan bama baik atau tidak baik ini adalah
tingkah laku atau perbuatannya. Yang dimaksud dengan tingkah laku dan perbuatan
itu, antara lain cara berbahasa, cara bergaul, sopan santun, disiplin pribadi,
cara menghadapi orang, perbuatan-perbuatan yang dihalalkan agama dan
sebagainya. Pada hakekatnya pemulihan nama baik adalah kesadaran manusia akan
segala kesalahannya; bahwa apa yang diperbuatnya tidak sesuai dengan ukuran
moral atau tidak sesuai dengan ahlak yang baik. Untuk memulihkan nama baik
manusia harus tobat atau minta maaf. Tobat dan minta maaf tidak hanya dibibir,
melainkan harus bertingkah laku yang sopan, ramah, berbuat darma dengan
memberikan kebajikan dan pertolongan kepaa sesama hidup yang perlu ditolong
dengan penuh kasih sayang , tanpa pamrin, takwa terhadap Tuhan dan mempunyai
sikap rela, tawakal, jujur, adil dan budi luhur selalu dipupuk.
PEMBALASAN
Pembalasan
adalah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa
perbuatan serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah
laku yang seimbang.
Dalam
Al-Qur’an terdapat ayat-ayat yang menyatakan bahwa Tuhan mengadakan pembalasan.
Bagi yang bertakwa kepada Tuhan diberikan pembalasan, dan bagi yang mengingkari
perintah Tuhan pun diberikan pembalasan yang seimbang, yaitu siksaan di neraka.
Pembalasan disebabkan oleh adanya pergaulan. Pergaulan yang bersahabat
mendapatkan pembalasan yang bersahabat. Sebaliknya, pergaulan yang penuh
kecurigaan, menimbulkan pembalasan yang tidak bersahabat pula.
Pada
dasarnya, manusia adalah makhluk moral dan makhluk sosial. Dalam bergaul,
manusia harus mematuhi norma-norma untuk mewujudkan moral itu. Bila manusia
bermuat amoral, lingkunganlah yang menyebabkannya. Perbuatan amoral pada
hakekatnya adalah perbuatan yang melanggar hak dan kewajiban manusia lain. Oleh
karena itu manusia tidak menghendaki hak dan kewajibannya dilanggar, maka
manusia berusaha mempertahankan hak dan kewajibannya itu. Mempertahankan hak
dan kewajiban itu adalah pembalasan.
Nilai Moral
Dikisahkan dalam film ini ketika manusia terlahir di lengan
tangannya terdapat sederet angka yang menunjukkan waktu dia akan hidup.
Sederetan angka ini akan mulai berjalan alias aktif ketika usia orang tersebut
25 tahun. Setiap orang diberi waktu 50-an tahun dalam angka tersebut.
Pembayaran atas barang atau transportasi melalui transfer waktu tersebut,
sehingga apabila tidak ada penambahan waktu maka orang tersebut akan mati dalam
waktu singkat.
Penghasilan dari pekerjaan akan digunakan oleh orang tersebut untuk membeli tambahan waktu, sehingga orang tersebut akan bisa melanjutkan hidupnya. Konsepnya hampir mirip dengan NFC dalam setiap pembayarannya, cuma NFC tidak berhubungan dengan lamanya manusia hidup.
Penghasilan dari pekerjaan akan digunakan oleh orang tersebut untuk membeli tambahan waktu, sehingga orang tersebut akan bisa melanjutkan hidupnya. Konsepnya hampir mirip dengan NFC dalam setiap pembayarannya, cuma NFC tidak berhubungan dengan lamanya manusia hidup.
Jadi setiap orang dalam film ini akan
berhenti pertumbuhan tubuhnya ketika usia 25 tahun. Dan kehidupan orang itu
pada usia 25 tahun ke atas ditentukan oleh banyaknya waktu yang bisa dimiliki
yang tertera pada lengannya. Jika dia orang berada maka waktu yang ada di
lengan dia bisa diredeem hingga puluhan tahun bahkan ratusan tahun. Sehingga
jika orang tersebut kaya, maka usia dia bisa di atas 100 tahun atau lebih tapi
perawakannya tetap seperti orang berumur 25 tahun.
Yang jadi permasalahan dalam film ini
adalah orang-orang tertentu yang masuk dalam Zona Kaya mempermainkan atau
memperjualbelikan waktu secara kapitalis. Dimana “orang yang berada” akan
dengan mudah memperoleh waktu hingga dekade umur panjang. Sedangkan bagi yang
miskin akan terus berjuang untuk hidup dari hari ke hari. Benar-benar kehidupan
yang timpang.
Tapi sebenarnya apa yang diceritakan
dalam film tersebut hampir sama dengan kehidupan yang kita alami saat ini.
Dimana orang-orang berada dengan uang yang dimilikinya mencoba untuk membeli
“nyawa” dengan berbagai macam sistem pengobatan yang ada di dunia ini.
Sedangkan orang-orang yang tidak mampu dari segi ekonomi terabaikan dan
terseleksi dengan sendirinya oleh penyakit dan kematian.
Akhirnya muncullah Robin Hood dalam
film ini yang diperankan oleh Justin Timberlake yang beraksi bagaikan Bony
& Clyde dengan putri Konglomerat pemilik dan pendistribusi waktu. Mereka
berdua melakukan pencurian dan perampokan pada perusahaan yang mendistribusikan
waktu dan menyebarkan hasil rampokannya kepada masyarakat di Zona miskin.
Sehingga timbul suatu pendistribusian yang merata ke masyarakat.
Hal seperti ini pun bisa saja terjadi
pada dunia yang kita tempati, jika seandainya hajat hidup orang banyak seperti
udara atau air nanti harus diperjualbelikan. Benar-benar repot, dimana orang
yang kaya akan dengan mudah memperoleh hal yang sangat vital tersebut,
sedangkan orang miskin akan semakin susah untuk mendapatkan hal tersebut.

No comments:
Post a Comment